Sponsors Link

Manfaat Rutin Melakukan Pemeriksaan Minyak Rem Mobil

Sponsors Link

Minyak rem atau jenis minyak rem pada mobil pada kendaraan mempunyai tanggung jawab yang besar karena bila mobil Anda kehabisan minyak rem maka bahaya akan mengintai Anda pada saat berkendara. Oleh sebab itu sebagai pengendara mobil kita harus memahami akan pentingnya memperhatikan minyak rem.

ads

Hanya sedikit pengendara mobil yang memahami kapan saat harus menggati minyak rem, bahkan banyak juga driver yang tidak paham gejala saat minyak rem sudah berkurang atau harus diganti. Pada umumnya setelah tiga tahun pemakaian kwalitas minyak rem akan menurun dimana titik didihnya akan turun sampai pada titik yang cukup berbahaya.

Hal ini karena adanya kontaminasi uap air di dalam minyak rem yang dapat mengganggu kinerja sistem remmisalnya berpengaruh pada teknik pengereman mobil yang baik di turunan tajam. Minyak rem ditampung pada tabung master cylinder yang terbuat dari bahan plastik transparan agar lebih mudah memeriksa ketinggian minyak rem di dalam tabung master cylinder tanpa perlu membuka tutup tabung master cylinder.

Membuka tutup tabung master cylinder dapat menyebabkan uap air yang terdapat di udara bebas masuk kedalam tabung master cylinder. Kandungan uap air yang berlebihan di dalam minyak rem dapat menurunkan kwalitas minyak rem tersebut.

1. Penggantian Minyak Rem

Para ahli merekomendasikan untuk melakukan penggantian minyak rem satu tahun atau dua tahun sekali. Pertimbangannya adalah bahwa minyak rem akan mulai menyerap uap air sejak pertama minyak rem dimasukkan kedalam sistem rem.

Minyak rem dapat menyerap uap air melalui pori-pori selang rem, melalui celah seal rem dan dari udara terbuka saat tutup tabung master cylinder rem dibuka. Minyak rem perlu diganti karena untuk perawatan serta agar performa pengereman tetap baik.

Untuk perawatan yaitu bila kita mengganti minyak rem lama otomatis akan membuang air dan kotoran dari sistem pengereman karena kandungan air yang diserapnya bisa menyebabkan karat pada kaliper dan piston rem. Maka gantilah minyak rem secara menyeluruh, setidaknya setiap 50.000 km.

2. Untuk performa yang tetap baik

yaitu dengan memakai minyak rem baru tentu membuat sistem rem kembali bekerja optimal sehingga aman untuk pengereman berat. Air atau uap air dapat ditemukan hampir pada semua sistem rem. Uap air memasuki sistem melalui banyak jalan.

Umumnya uap air masuk ke minyak rem yang kemasannya terbuka. Perlu diingat minyak rem mampu menyerap uap air dari lingkungan karena kelembaban di wilayah tropis mencapai lebih dari 60 %. Untuk itu kemasan minyak rem sebaiknya ditutup dengan rapat jika akan disimpan untuk waktu yang lama.

Sponsors Link

Selain itu air juga bisa masuk melalui difusi, sebagai akibat selang-selang karet rem yang mengeras sehingga menimbulkan pori-pori mikroskopik. Penggunaan selang yang terbuat dari bahan EPDM (Ethlene-Propylene-Diene-Materials) dapat mengurangi difusi. Atau penggunaan selang teflon yang dibungkus anyaman kawat termasuk salah satu cara mengurangi difusi.

Ketika mengganti, menguras atau bleeding minyak rem, segera tutup kembali tabung silinder master rem. Air dapat pula terbentuk dalam saluran dan kaliper akibat kondensasi. Air hasil kondensasi ini menyebabkan sistem rem jadi lebih keras ataupun memungkinkan untuk terjadinya karat.

ads

Pada kondisi darurat, pencampuran minyak rem bermerek beda namun berspesifikasi sama, dapat dilakukan. Namun, sebaiknya harus segera diganti karena pada dasarnya kita tidak mengetahui secara spesifik bahan dari masing-masing merek tersebut.

Berikut waktu penggantian minyak rem yang direkomendasikan beberapa pabrikan mobil :

  • Acura: 36 Bulan
  • Audi: 24 Bulan
  • BMW: 24 Bulan, atau sesuai petunjuk pada Service Inspection Indicator
  • Honda: 36 Bulan
  • Jaguar: 24 Bulan, kecuali model 2009 XF (36 Bulan)
  • Land Rover: 36 Bulan
  • Lexus: 36 Bulan atau 40.000 Km mana yang tercapai lebih dulu
  • Mercedes-Benz: 24 Bulan
  • Subaru: 30 Bulan atau 40.000 Km
  • Suzuki: 24 Bualan atau 40.000 Km
  • Volkswagen: 24 Bulan (New Beetle, City Gold, City Jetta)
  • Volvo: 24 Bulan

Jika para pengendara mobil mengikuti rekomendasi penggantian minyak rem yang disarankan oleh pabrikan maka diharapakan dapat mengurangi resiko terjadinya kecelakaan yang diakibatkan oleh minyak rem yang terkontaminasi uap air.

Hal ini juga akan membuat sistem rem lebih awet dan menghindari pengeluaran yang tidak perlu dan mahal untuk melakukan perbaikan sistem rem khususnya rem yang sudah dilengkapi dengan ABS.

Biaya yang harus dikeluarkan untuk mengganti minyak rem tentu jauh lebih murah bila dibandingkan dengan biaya mengganti komponen-komponen sistem rem yang rusak akibat berkarat. Jadi, di sinilah pentingnya mengganti minyak rem.

Kualitas minyak rem sebenarnya bisa diperiksa secara kasat mata. Dalam kondisi yang masih bagus, minyak rem terlihat jernih berwarna sedikit coklat muda. Kemudian akan berubah menjadii semakin gelap seiring dengan bertambahnya usia minyak rem. Bertambah keruh akibat terkontaminasi air.

Tanpa minyak rem mobil Anda tidak akan bisa berhenti dengan baik. Minyak rem dan oli mesin sama-sama penting. Namun kita sering melalaikan pentingnya memeriksa minyak rem. Terimaksih sudah membaca. Semoga pembahasan diatas bisa menambah informasi dan wawasan anda.

Sponsors Link
, , , , ,
Oleh :
Kategori : Info Mobil